Tentang · Faiz Hayaza

Ilmu klinis, dengan cara yang manusiawi.

Selama dua puluh tahun saya menemani anak, remaja, dan keluarga memahami cara kerja diri mereka, terutama dalam ADHD, gifted, dan twice-exceptional.

Faiz Hayaza, psikolog klinis

Bagi saya, tidak ada anak yang sulit. Yang ada hanya cara berpikir yang belum dimengerti, dan orang dewasa yang belum menemukan jalannya.

01 — Perjalanan

Dari ruang praktik, juga dari rumah.

Dari ruang kuliah ke ruang praktik
Awal

Dari ruang kuliah ke ruang praktik

Saya menekuni psikologi klinis karena penasaran pada satu hal sederhana: kenapa setiap orang memahami dunia dengan caranya sendiri. Pertanyaan itu belum benar-benar selesai sampai hari ini.

Lalu, pelajaran datang dari rumah
Titik balik

Lalu, pelajaran datang dari rumah

Membesarkan anak neurodivergen mengubah cara saya bekerja. Saya belajar bahwa teori paling rapi sekalipun tidak ada artinya kalau tidak membuat satu keluarga merasa lebih lega saat menutup hari.

Diagnosis itu peta, bukan label
Cara pandang

Diagnosis itu peta, bukan label

Sejak itu saya berhenti membaca hasil asesmen sebagai vonis. Ia hanya peta: menunjukkan di mana kekuatan seseorang, dan di mana ia butuh ditemani. Selebihnya soal arah, bukan batas.

Mendampingi lintas usia, dalam dua bahasa
Hari ini

Mendampingi lintas usia, dalam dua bahasa

Kini saya menemani anak, remaja, dewasa, sampai pasangan dan keluarga. Sebagian sesi berbahasa Indonesia, sebagian Inggris, menyesuaikan siapa yang paling nyaman dengan bahasa apa.

Dua dekade, satu prinsip yang sama.

20+
tahun pengalaman
50+
kolaborasi lembaga
100+
kegiatan & acara
APA
member terdaftar

02 — Cara saya bekerja

Seperti apa biasanya prosesnya.

Tidak ada dua orang dengan jalan yang persis sama. Tapi garis besarnya kurang lebih seperti ini, dan kita sesuaikan sepanjang perjalanan.

  1. Cerita dulu, sebelum apa pun

    Sesi pertama hampir selalu soal mendengar, mengamati, dan menggali lebih dalam. Apa yang sedang terjadi, sejak kapan, dan apa saja yang sudah dicoba sebelumnya.

  2. Pemetaan bila diperlukan

    Kalau dibutuhkan, kita lakukan asesmen untuk melihat gambaran yang lebih utuh. Tujuannya memahami, bukan memberi label.

  3. Menyusun rencana bersama

    Tujuan ditentukan berdua, dengan ukuran yang realistis dan masuk akal untuk keseharian Anda atau anak.

  4. Pendampingan yang berkelanjutan

    Sesi rutin, dengan ruang untuk mengevaluasi dan menyesuaikan langkah di sepanjang jalan, bukan sekali jadi.

  5. Berkolaborasi dengan sekitar

    Bila relevan, saya bekerja sama dengan sekolah, dokter, atau anggota keluarga lain agar dukungannya terasa menyambung.

Faiz Hayaza bersama klien
Setiap orang layak dimengerti lebih dulu, sebelum dinilai.
Lihat spesialisasi

Langkah pertama biasanya yang paling berat. Mari kita mulai pelan-pelan.

Tidak perlu menunggu sampai semuanya jelas. Ceritakan dulu apa yang sedang Anda atau anak rasakan, dan kita cari langkah yang paling masuk akal bersama-sama.

Sesi online

Via video call, ke mana pun Anda berada.

Sesi tatap muka

Bertemu langsung di Yogyakarta.

Jadwal fleksibel

Pilih waktu yang paling nyaman.